Kajian oleh University of Central Lancashire:
"Erangan aahhh dan orgasme wanita"
Erangan
wanita semasa hubungan intim ternyata bukan saja menandakan bahwa ia
berada di tengah-tengah kepuasaan dan kenikmatan atas tindakan seksual
yang dilakukan. Erangan ternyata juga sengaja dilakukan wanita untuk membantu member kepuasan kepada pasangannya mencapai klimaks.
Seperti
dipetik dari The New York Times, penelitian ini dilakukan terhadap 71
wanita. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi apakah ekspresi vokal
wanita semasa hubungan seksual dipicu orgasme atau terjadi secara berasingan.
Kebanyakan
wanita yang disurvey mengatakan bahwa mereka telah atau boleh mencapai
orgasme semasa foreplay, tetapi yang paling mungkin suara erangan
mereka ciptakan semasa pasangan mereka berusaha mencapai klimaks.
Para pengkaji percaya alasan untuk perbedaan ini adalah bahwa perempuan "memanipulasi perilaku pasangannya untuk keuntungan mereka".
"Pemisahan waktu antara wanita mengalami orgasme dan semasa suara erangan berahi, aaaahhhhhh, itu terjadi, jelas menunjukkan wanita dengan sengaja mengerang untuk meningkatkan rasa ghairah dirinya sendiri dan pasangannya" ujar para pengkaji dalam tulisannya.
Para pengkaji percaya alasan untuk perbedaan ini adalah bahwa perempuan "memanipulasi perilaku pasangannya untuk keuntungan mereka".
"Pemisahan waktu antara wanita mengalami orgasme dan semasa suara erangan berahi, aaaahhhhhh, itu terjadi, jelas menunjukkan wanita dengan sengaja mengerang untuk meningkatkan rasa ghairah dirinya sendiri dan pasangannya" ujar para pengkaji dalam tulisannya.
"Mungkin vokalisasi erangan aahhhh, yess atau vokal-vokal sensual lainnya adalah sebahagian dari kaedah seksual ideal, atau setidaknya dilakukan disebabkan tanggapan apa yang wanita percaya pasangan lelaki mereka inginkan," tambah Dr. John M. Grohol.